Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

Profil Stadion Kanjuruhan Malang


                    Stadion Kanjuruhan adalah sebuah stadion sepak bola yang terletak di Kepanjen, Malang,        Jawa Timur, Indonesia. Kapasitasnya berjumlah 35.000 tempat duduk. Stadion ini merupakan markas kesebelasan       sepak bola asal daerah Malang, yakni Arema Indonesia.

Simbol Singo Edan & Arema Miliki Akar Sejarah Panjang


Tahukah Anda, bahwa simbol “singo edan” yang kerap di usung Aremania dalam mensupport klub sepakbola  Arema  itu tidak asal comot. Namun punya nilai historis atau akar sejarah panjang dan  khas lokal kota Malang?
Simbol singa (foto) memang secara resmi pernah menjadi simbol kota Malang sejak Staatgementeraat kota Malang menetapkannya pada 7 Juni 1937. Keputusan bernomor A2 407/43 ini disahkan pula oleh Gubernur Jendral pada April 38.  Simbol singa  itu  diberi  “sesanti” berbahasa Latin: Malang Nominor Sursum Moveor (Malang Namaku Maju Tujuanku).
Seperti juga sudah dibahas dalam blog milik Aremania Balikpapantentang sejarah semboyan kota Malang tempo doeloe yang juga menyebutkan simbol singa sebagai simbol Kota Malang tempo doeloe.
Namun, semangat menyingkirkan apa saja yang berbau kolonial, kemudian menyebabkan Dewan Kota Malang mengubah lambang ini pada tahun  1951. SK No 51 DPRD Malang ini mengubah lambang kota menjadi Burung Garuda dan Macan Loreng, namun waktu itu sesantinya tetap.
Kemudian, pada tahun 1964, lambang kota Malang berubah lagi lewat keputusan DPRGR No 7 menjadi seperti sekarang, yakti simbol Tugu dan Bintang sedanga sesanti baru “MalangkuCeswara” dari bahasa Sangsekerta bermakna “Tuhan Menghancurkan yang Batil”.
Bagaimanapun juga, jelas simbol “singa edan” memiliki nilai lokal dan historis bagi wilayah  Kota Malang  dan sekitarnya. Bahkan Jika ingin menggali lebih dalam, banyak ditemukan pemimpin-pemimpin Malang purba yang bergelar “Singha” atau “Simha”.
Lambang singa itu kalau

Rabu, 06 Februari 2013

Ternyata Logo Kepala Bonek Asli Arek Ngalam!!!!



Salah satu pahlawan kemerdekaan yang cukup dikenal di Lamongan yakni Kadet Soewoko. Dia dikenal dengan kisah perjuangannya yang sangat heroik ketika menghadapi agresi Belanda ke-II pada 1949.
Soewoko sebenarnya bukan asli Lamongan, tetapi kelahiran Desa Lumbangsari Kecamatan Krebet Malang pada 1928. Setelah lulus sekolah kadet di Malang, dia kemudian ditugaskan menjadi komandan regu I seksi I kompi I pasukan tamtama Kdm (Kodim) Lamongan.

Yuli Sumpil: Sang Dirigen Aremania

YULI Sugianto atau Yuli Sumpil. Demikian lajang kelahiran 14 Juli 1976 ini biasa dipanggil rekan-rekannya sesama Aremania, pendukung fanatik Arema Indonesia. Sumpil menunjukkan kampung tempat ia tinggal, yakni di Jalan Sumpil Gang I, RT 3/RW 4 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
Pemuda nyentrik dengan anting-anting di kedua kupingnya, topi yang tak lepas dari kepala, dan mengenakan kaus Aremania itulah ciri khasnya. Ia selalu semangat dalam membela klub berjuluk ‘Singo Edan’ itu.

Tiket Gelang Dalam Laga Home Arema


                        2013-02-05_205230               
Kecolongan, itu adalah masalah yang paling sering dialami oleh suatu laga atau pertandingan sepak bola yaitu dimana jumlah penonton yang tercatat dengan jumlah penonton sebenarnya sangat tidak sesuai. Contoh, semisal jumlah penonton yang tercatat dari hasil penjualan tiket berjumlah 30.000 penonton, tapi jumlah yang ada di dalam stadion itu berjumlah 30.001 penonton, maka satu orang penonton yang ada tersebut kalau dipikir dapat tiket masuk dari mana? Kondisi ini tentu akan sangat merugikan bagi panpel, karena kalau yang terjadi betul2 cuman satu tiket sih nggak apa apa, lha kalau ternyata yang terjadi ini sampai dengan jumlah ribuan….

Sabtu, 02 Februari 2013

Eksistensi Arema – Aremania


             Jean Paul Sartre adalah seorang filsuf Perancis dan dianggap sukses dalam mengembangkan eksistensialisme. Memahami eksistensi bagi saya pribadi sama artinya dengan memahami hakekat apa dasar manusia ada selama ini. Manusia ada untuk hidup dan berjuang, meski pada dasarnya manusia tidak kuasa menolak takdir.

AREMANIA : Fanatisme Penuh Pencapaian




Fenomena supporter sepak bola di hampir penjuru dunia telah bergeser dari Team Minded menjadi Football Minded. Namun dipungkiri atau tidak, keberadaan Aremania telah menjadi fenomena langka bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Akankah Suara Aremania Terdengar Sayup?


PSSI memang telah memutuskan pengurus mana yang berhak mewakili Arema Indonesia di pentas Liga Indonesia tahun ini. Ada kubu yang menang dalam hal ini dari kubu M. Nur, ada juga yang terpinggirkan dari kubu Rendra Kresna. Akibat dari eker-ekeran ini memang tidak berdampak serius dengan  perpecahan pada aremania, tetapi eksistensi di lapangan (baca:stadion) akan turun itu sudah pasti. Suara Aremania akan semakin terdengar sayup.
Bagaimana tidak akan sayup, dengan “kemenangan”  kubu M. Nur ini berakibat Arema Indonesia pindah home base dari Stadion Kanjuruhan di Kepanjen Kab Malang kembali ke stadion sebelumnya Gajayana  di Kota Malang. Sudah menjadi rahasia umum bahwa keberadaan Arema di stadion Kanjuruhan tidak lepas dari tangan Rendra Kresna yang juga bupati Kab Malang ini. Sebagai pihak yang menang sepertinya segan juga untuk memakai stadion yang dikuasai pihak lawannya, atau dari pihak yang kalah  enggan untuk memberi tempat kepada pihak lawannya, entahlah, hanya kedua belah pihaklah yang tahu.

Ayas Tetep Bangga Dadi Aremania



Posting yang satu ini muncul secara mendadak akibat adanya seorang nawak yang menampilkan poto yang bertuliskan “Aku gak isin masio diarani Arema saiki kalahan, Arema saiki ajor, seng penting aku tetep bangga dadi Aremania”.

Arema Is Arema, Not Just A Football



Ini adalah slogan yang ayas dapat saat adanya pertemuan paguyuban Arema Balikpapan pada tanggal 26 Juni 2010 yang lalu. Asli, menurut ayas ini adalah suatu slogan yang menurut ayas dalam sekali makna yang terkandung di dalamnya.  Tentu bila kita artikan dalam bahasa Indonesia dia berarti “Arema adalah Arema, bukan hanya masalah sepak bola saja”(bener tah?………hahahaha ayas dewe gak patek ngerti bener opo gak iku).

Perbedaan Suporter Dan Penonton Bola


Secara harfiah, istilah “penonton” berasal dari awalan pe- dan kata kerja tonton dalam bahasa Indonesia. Awalan pe- dalam hal ini berarti orang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan kata kerja. Bila kata kerjanya tonton, maka penonton berarti orang yang menyaksikan suatu pertunjukan atau tontonan.
Sementara itu menurut akar katanya, kata “suporter “ berasal dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris to support dan akhiran (suffict–er.  To supportartinya mendukung, sedangkan akhiran –er menunjukkan pelaku. Jadi suporter dapat diartikan sebagai orang yang memberikan suport atau dukungan.
Dilihat dari kedua pengertian di atas jelaslah apabila antara ‘penonton’ dan ‘suporter’ memiliki makna yang berbeda, terlebih lagi apabila kata tersebut digunakan dalam persepakbolaan. Penonton adalah orang yang melihat atau menyaksikan pertandingan sepakbola, sehingga bersifat pasif. Sementara itusuporter adalah orang yang memberikan dukungan, sehinga bersifat aktif. Di lingkungan sepakbola, suporter erat kaitannya dengan dukungan yang dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme terhadap tim.

Film Dokumenter Arema Agama Kedua



Mungkin film dokumenter ini sudah bisa dianggap ketinggalan jaman jika bari sekarang dibahas, akan tetapi ayas yakin masih ada nawak2 aremania yang belum tahu dan belum pernah lihat film ini. Dan demi menjaga informasi segala tentang Arema dan juga Aremania, ayas mencoba memposting lagi tentang film dokumenter yang sangat fenomenal bagi Aremania ini.

Arti Nama "AREMANIA"



Aremania
 “Arema are more than just a football club. They are a way of life. They are the St. Pauli of Indonesia. A culture with in a culture. Satu Jiwa, one heart or one soul”

Akar Kekerasan Suporter


Akar kekerasan oleh supporter sepakbola
Dalam dunia sepakbola yang namanya pertandingan sepakbola tanpa didampingi dengan yang namanya supporter ibarat sayur tanpa garam, sudah tentu rasanya akan hambar sekali. Begitu pula dengan sepakbola, apabila tidak adanya supporter di situ maka pertandingan sepakbola itu akan terasa hambar dan aneh kelihatannya. Akan tetapi dalam beberapa kasus yang terjadi di sepakbola itu sendiri sering kita alami sendiri ataupun mungkin dari berita berita dari berbagai media yaitu adanya tindakan kekerasan. Baik itu tindakan penjarahan, perampokan, bentrokan antar supporter, dan tindakan tindakan lainnya yang bisa digolongkan dalam tindakan kekerasan.
Dalam kesempatan kali ini, saya tertarik untuk mengungkap akar atau dasar dari para supporter itu untuk bertindak yang seperti itu. Dan berhubung banyaknya ulasan yang perlu dibahas, maka di sini akan kita bagi menjadi beberapa posting. Monggo disimak.

Tentang "AREMANIA JALUR GAZA"




Siapa yang tidak kenal dengan istilah Jalur Gaza? itu adalah daerah dimana tempat para pejuang muslim Palestina berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan dan pengakuan dunia sebagai negara yang berdaulat. Mereka (pejuang muslim Palestina) tidak mengenal kata menyerah untuk selalu bertaruh nyawa demi nama Palestina yang telah ditindas dan dijajah oleh zionis Israel. Meski hanya bermodal batu dan bongkahan semen reruntuhan gedung, pejuang Palestina dengan gigihnya melawan tank-tank dan senjata otomatis yang dimiliki oleh bangsa bangsat Israel.

Awal Permusuhan REAL MADRID Vs Barcelona


el-clasico-real-madrid-barca
Jika di Indonesia ada permusuhan abadi antara tim-tim sepakbola seperti Persija vs Persib, Persebaya vs Arema kali ini ayas mencoba pergi ke luar negeri, tepatnya ke negeri Spanyol (bukan separo nyolong loh). Bukan bermaksud apa-apa sih, cuman kita perlu untuk mengetahui sejarah perseteruan abadi tim-tim sepakbola yang ada di luar negeri pula, khususnya bagi mereka yang juga merupakan fans dari tim-tim tersebut, biar nggak dibilang katrok karena nggak tahu sejarah tim favorit mereka. Monggo disimak.
Permusuhan antara BARCELONAdan  REAL MADRID bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque. Sejak dulu, orang- orang catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol.

Suporter "ULTRAS"





” Ultras bukanlah sekadar kumpulan suporter (tifosi) biasa melainkan kelompok suporter fanatik nan militan yang mengidentifikasikan secara sungguh-sungguh dengan segenap hasrat dan melibatkan dengan amat dalam sisi emosionalnya pada klub yang mereka dukung. “Ultras mempelopori suporter yang amat terorganisir (highly organized) dengan gaya dukung ‘teatrikal’ yang kemudian menjalar ke negara-negara lain. Model tersebut sekarang telah begitu mendominasi di Prancis, dan bisa dibilang telah memberi pengaruh pada suporter Denmark ‘Roligans’, beberapa kelompok suporter tim nasional Belanda dan bahkan suporter Skotlandia ‘Tartan Army’.Model tersebut masyhur karena menampilkan pertunjukan-pertunjukan spektakuler meliputi kostum yang terkoordinir, kibaran aneka bendera, spanduk & panji raksasa, pertunjukan bom asap warna-warni, nyala kembang api (flares) dan bahkan sinar laser serta koor lagu dan nyanyian hasil koreografi, dipimpin oleh seorang CapoTifoso yang menggunakan megaphones untuk memandu selama jalannya pertandingan.

Jumat, 01 Februari 2013

Logo2 AREMA


Berikut ayas tampilkan gambar logo2 dari korwil2 aremania yang ayas dapat dari googling2. Meski gambar ini mungkin tidak secara resmi yang terdaftar di manajemen Arema FC sebagai logo resmi.Ayas harap umak kabeh osi menikmati gambar2 ini

Rabu, 30 Januari 2013

Perjalanan arema mula 1986-2011


Kilas Balik Perjalanan AREMA mulai 1986 s/d 2011



Arema” suatu tim sepakbola kebanggaan warga Malang, dalam kiprahnya di dunia persepakbolaan Indonesia selalu diperhitungkan oleh pihak lawan yang dihadapi, bukan hanya karena tim Arema sendiri yang ditakuti pihak lawan, akan tetapi juga karena di belakang Arema, ada Aremania yang selalu datang mendukung tim kebanggannya kala bertanding, dimanapun itu. Biar di ujung bhumi Papuapun, Aremania selalu hadir. Selang waktu sudah 24 tahun ini Arema berdiri, Arema telah menorehkan berbagai macam prestasi.
Disini ayas mencoba merangkumnya. Apa saja catatan prestasi yang Arema peroleh, yaitu:
Tahun 1986. Cikal bakal Arema diawali dari klub Aremada, didirikan (Alm) Dirk Soetrisno di Jl. Sampo, Malang.

5 (lima) Orang Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Perpecahan Arema Dan Aremania


5 (lima) Orang Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Perpecahan Arema Dan Aremania





Seperti kita ketahui semua, dalam episode ke ruwetan Arema kali ini adalah merupakan suatu episode yang menurut ayas adalah yang paling ruwet dari episode-episode sebelumnya (model e koyok sinetron gitu loh). Karena apabila dalam episode2 terdahulu polemik yang muncul dalam sejarah kehidupan Arema paling2 adalah masalah dana, dana,dan dana. Dan polemik tersebut tidak membuat adanya suatu masalah yang bisa membuat Arema menjadi seperti saat ini. Akan tetapi dalam episode terakhir yang masih tayang saat ini, adalah episode dimana menayangkan adanya konflik dalam diri Arema yang mengakibatkan adanya perpecahan, muncul 2 versi kepengurusan Arema FC. Dan hal ini sudah pasti adalah hal yang paling tidak pernah nawak2 Aremania bayangkan sebelumnya. Suatu sebuah ironi dan klimaks dari drama kehidupan Arema. Tentunya dalam drama kali ini ada aktor yang berperan dibalik semua. Dan ayas berdasar info yang berasal dari www.aremastore.com mencoba menganalisanya. Coba check this out!
1.Lucky AZ : (ikul)